Kapolres Malang: Hoaks Menjadi Musuh Rakyat

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, M.SI, saat berpidato dalam acara "Ngaji Media Sosial, di Aula SMP/SMK NU, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Minggu (18/3/2018) malam. (Foto: Nukita.id)

NUKITA.ID, MALANG – Sekarang 'Common enemy' (Musuh bersama) bangsa Indonesia lebih kepada ancaman terorisme, intoleransi, hoaks, fitnah, hate speech yg merupakan manifestasi dari badai negatif media sosial (Medsos).

Begitu yang dikatakan, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, M.SI, dalam acara
Ngaji media sosial di Aula SMP/SMK NU, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Minggu (18/3/2018) malam.

Dalam acara yang bertema "Pendidikan Penggunaan Media Sosial dan Penanggulangan Kenakalan Anak Serta Bahaya Narkoba Dikalangan Remaja," itu.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, M.SI, menjelaskan NKRI ini dibentuk atas dua alasan yaitu adanya common enemy/musuh bersama (dulu ada penjajah belanda, jepang) dan common interest/ kepentingan bersama yaitu kebangsaan indonesia.

Namaun dalam perkembangan zaman khususnya di bidang teknologi informasi menyebabkan juga pergeseran common enemy kita. Yang tadinya common enemy kita adalah para penjajah bangsa (belanda, jepang)

"Sekarang 'Common enemy' (Musuh bersama) bangsa Indonesia adalah ancaman terorisme, intoleransi, hoaks, fitnah, hate speech yg merupakan manifestasi dari badai negatif media sosial," jelas pria yang karib disapa Ujung itu.

Ujung juga menerangkan untuk menanggulangi fenomena badai negatif media sosial ini Polisi Rebpublik Indonesia (Polri) melakukan 2 strategi yaitu preemtif/preventif dan represif penegakan hukum. 

Polri gencar melakukan kerjasama dengan berbagai stake holder, salah satunya dengan seperti yang dilakukan Polres Malang bekerjasama dengan PCNU Kabupaten Malang, dengan membentuk pasukan cyber troops NU-Polres Malang.

"NU adalah ormas besar di Indonesia, di Malang mayoritas warga NU, bila kita bekerjasama dengan NU itu suatu keharusan demi penstabilan keamanan masyarakat," ungkap Ujung.

Menurut Ujung dalam melawan berita- berita Hoax Polres Malang memberitakan 3 tips ampuh. "Lawan hoaks dengan cara, selalu berpikir skeptis (meragukan sesuatu) dan jangan mudah percaya suatu berita, baca teliti dan chek serta richek.,  analisa, komunikasi dan tabayyun," trangnya

Ujung juga mengungkapkan bahwa Polres Malang berusaha meningkatakan kapasitas anggotanya dalam kanca berliterasi media. 

"Agar dapat memberikan himbauan kepada masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial," pungkasnya.

Acara tersebut di tutup dengan Deklarasi bersama Anti Hoaks, semua waraga yang hadir  yang di pimpin langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, M.SI.

Kegiatan tersebut dihadiri seluruh pejabat utama Polres Malang, Kapolsek Bululawang Kompol H Supari .Spd beserta anggota, Kapolsek Rayon Bululawang, Muspika Kecamatan Bululawang.

Nampak hadir pula Rois Suriah MWCNU Bululawang, KH Syamsul Ma'arif Rois Suriah, Ketua MCW NU Bululawang, H Hasan Bashori
,Ketua LTN NU Kabupaten Malang, Yatimul Ainun,    Pimred Nukita.id, Zulham Ahmad Mubarok dan Warga NU Buluawang. (*)

Berita Lainnya

Comments